RoseS3's Pics

  • In: Uncategorized
  • Komentar Dinonaktifkan pada water is my love

Don’t ever depressed when water swallowing my wraith life.

That’s what I expected.

Don’t ever look my body when forest’s removing me.

That what I surrendered.

 

If I don’t permit to end-up next-to-you, anata.

Please, permit me for ending-up my life in water.

Iklan

Posted on: Mei 7, 2012

Leica Liker


Leica Liker is honored to have Lukas Vasilikos, Athens Street Photographer, as the Second Inspirational Guest!

You can tell when a street photographer lives, breathes and dreams his images. And Lukas Vasilikos is surely the personification. His passion once was to be a decathalon athlete, but when he decided to give it up, he needed to fill it with a new one. After taking a photography seminar where he was exposed to the masters he knew he had found his new passion.

When I first saw Lukas’ street photographs, I was struck by the sense of theatrics within each frame. People placed on a stage and frozen at that moment in time. They also possess a somewhat intellectual quality, much like a chess player strategically moving chess pieces on a board. Above all they appear surreal and dream-like.

To balance his photography palette, Lukas works on personal projects where he…

Lihat pos aslinya 1.407 kata lagi

Posted on: Mei 7, 2012

Leaves in the Pages

“Hmm.” My first reaction after walking out of my last ever class. Not the reaction I was expecting.

Well, I felt obligated to my readers to really get into my “day-after” experience, once I was done with school forever. I have to say, it still feels a little bit like every other summer break I’ve had: You get done, you feel great, but not too great, cause you always have another year of school. You can’t enjoy the break because you always feel like you have to get something done. You always feel like something is due, or that you missed something. Even now, as I am typing this, I have anxiety that I may have forgotten to do something at school, or at my internship, for which I’ve been done two days already.

I have to say that the easiest way to put it is, It hasn’t sunk in…

Lihat pos aslinya 682 kata lagi

Di tempat OPA saya (Organisasi Penggiat Alam) yaitu Satubumi selalu ada sebuah yell penyemangat kami yang selalu kami teriakan setiap kali kami penutupan upacara, penyemangat kegiatan, hingga selepas doa.

Tahu, itu adalah kata yang kami ucapkan.

dengan gerakan mengacungkan seluruh tangan bersama ke tengah lingkaran, kami semua berteriak “ta-ta-ta-tA-TAAAAA-HU!” konyol. tapi memang Kekonyolan tersebut jadi identitas dalam OPA kami. saat tahun pertama masuk di OPA tersebut,  saya bertanya kenapa teriaknya musti “tahu”? ga keren banget (yang garis miring itu ucapan hati saya. saya  saat itu mana berani ngomong yang nyeleneh-nyeleneh). saat itu senior saya menjawab : soalnya kita semua suka tahu. entah bagaimana ekspresi saya saat mendengar jawaban nan konyol dan ga berarti itu, untung saja saya ga bisa melihat wajah saya sendiri,

tapi bukan itu yang mau saya ceritain sekarang.

Image

jadi, waktu perlombaan rafting nasional di jawa tengah (baca aja progo open 2012) ada 2 tim yang amat sangat dahsyat dan tim kami yang sangat amatir dan baru mengenal arung jeram itu menganggap orang-orang di 2 tim adalah dewa air. nama tim mereka itu “Arus Liar” yang sempet dapet ceritanya kalo mereka itu punya almarhum Adjie Masaid, dan mereka latihan menjadi tim itu SETAHUN (bukan 2 minggu kayak kami). Kebetulan saat hari kedua perlombaan Saya dan rekan tim saya lagi syalalala gitu deh (nyantai kayak di pantai) terus ngedengerin mereka yang punya Yell-yellnya tuh berteriak “ARUSLIAR” yang bener garang-waaaarrrrggghhh dan teriaknya itu seperdetik-yang-mencekam. terus saat itu, saya dan rekan tim saya itu refleks liat-liatan. dan beginilah percakapan kami saat itu : (inisial rekan tim saya adalah COP; Saya adalah MGS)

COP : “mba, keren yah”

MGS : “Iya e. beda amat sama yell kita”

COP : “ta-ta-ta-ta-taaaaa-hu” –> dia lg ngegerundeng.

MGS : “eh, kita harusnya ganti aja yellnya kita tuh COP! jadi TAHU” –> ngucapinnya cepet dan tegas

COP : “iyaya mba supaya kita semangat juga”

MGS : “tp harus ada kata baru dong… ah! ketela pohon aja… KETELA-POHON!!”

COP : “norak mba ah… Tahu liar aja mba!”

MGS : “heeeeeh” –> entah rupa saya begimana tp pasti nyeleneh bngt “tapi keren juga. TAHU-LIAR”

COP : “Sip mba, itu jadi nama tim kita aja”

MGS : “…….. parah banget”

 

Tapi gara-gara satu dialog itulah yang ngebuat kami pada akhirnya menetapkan bahwa nama tim arung jeram kami adalah TAHU-LIAR.

mungkin yang akan ada di dalam benak-benak orang-orang adalah Tahu yang petakilan dan loncat kesana-kemari dengan nakalnya. atau Tahu yang liar dan binal.

tapi sepertinya kami siap menurunkan sejarah dari tahu liar dengan argumen seperti ini “karena kami menyenangi tahu dan pendiri tahu liar itu orang-orang yang imut dan menyenangkan dan mengenyangkan seperti tahu tetapi kami itu sangar sebenernya. jadi harus ditambahin aksen liar dibelakangnya”

tapi kayaknya itu jawaban bohong sih. 😛

jawaban benernya pastinya : “soalnya dulu kita mendewakan dayungnya arus liar dan kehebatannya arus liar tapi kami suka yang enak-enak kayak tahu. dan karena tahu adalah identitas OPA yang sudah amat sangat melekat, jadilah namanya TAHU-LIAR”

tapi jawaban yang bener ga keren sama sekali. -_____-“

 

tapi apapun jenis namanya yang penting ada sejarah dan karakter pembawaan dalam nama tersebut. 😀

kentut

Posted on: April 3, 2011

suatu hari di ruang busuk. hanya ada mats* (MS), mong*s (MG), dan g*p*ng (GP).
terjadilah suatu percakapan unik tiba2…

dimana percakapannya adalah begini :

….: sedang asyik menonton berita tentang fukushima di m*t* TV

MG : buset dah siapa nih yang kentut (sambil ngeliat 2 orang lainnya di ruang busuk)

MS : sumpah bukan gue (dengan mimik polos)

GP : mmm, bau banget.. ini pasti mas Mats* kan!! bau banget… ih parah..

MS : sumpah bukan gue ih… (semakin tertekan oleh 2 cewe yg melirik dngn tuduhan)

MG : …… (Masih cuma senyam senyum)

GP : mas, pergi deh ah bau bngt…

MS : iiiihhh bukan gue… elu ya ng*s! (menunjuk wanita disamping kirinya yang masih dengan senyuman tanpa dosa)

MG : yaiyalah bukan elu yang kentut, orang tadi gue yang kentut sih…

GP & MS : ………….

MG : wangi kan?? sedooooot~~~~~ sed-sed-sedooooot~~~~ (dengan nada santai tanpa dosa)

MS : kampret… (sambil ketawa ngakak-ngakak)

GP : mba Mong*s udah kosleeeettt… (sambil pergi dari ruang busuk)

 

 

 

nb:wanita tanpa dosa dan lugu itu adalah saya

Diatas tadi adalah foto saat pemberangkatan Swadaya IV angkatan saya.

Hm, belum aq post nih yah tentang Swadaya IV dan perjalanan selama di Jambi.

nanti lah akan saya post tentang kegiatan mini KKN pertama saya yang menyenangkan dan hancur (menurut saya) tapi terbilang sukses menurut orang lain.

Yang ingin saya post di tulisan ini, awalnya saya ga pernah memerhatikan foto ini sampai sedetail yang saya lakukan lima belas menit lalu (berarti jam 13.30 WIB tadi) dan ini mungkin post paling ga guna dan banyak omong. hhehe. bodo lah. saya juga ga peduli amat tentang itu. ini kan blog saya ini.

dari foto tersebut, saya sangat mengagumi sosok saya sendiri. hhehehe. entah mengapa saya sangat enjoy sekali. dengan baju sedikit besar, celana jins hitam yang berpensil, kerudung yang agak longgar, dan tentu saja dengan make up yang agak tebal sedikit. hhehe.

that is it!

maaf saya bukan orang yang bisa photoshop, jadi saya cuma mengedit diri saya seperti itu saja. supaya pada tau “oh tu loh saya yang di blog ini maksud” huehehehehe…

sekian post ga penting dari saya.

next time ada post tentng swadaya IV saya. hhehe

  • In: food
  • Komentar Dinonaktifkan pada tentang sup

Gambar di atas itu adalah sup enak pertama yang kubuat.

jadi di post ini, saya mau ceritain eksperimen pertama tentang memasak.

tapi ini sangat awam sekali. soalnya saya baru semester ini memegang peralatan memasak. dan saya benar-benar belajar dari 0 besar.

Pada dasarnya, Sup itu bumbunya cuma Bawang putih (biasanya saya pakai 3-4 siung untuk porsi kecil), lada (terserah mau bubuk apa yang musti diulek), garem 2-3 sdm, gula 2-3 sdm (perbandingan garem-gula = 3:2).

nah, yang buat enak itu… emmm.. apa ya (se’ mikir dulu)

yang jelas, yang bikin enak itu komposisi antara bumbu-bumbunya. tadi kan udah di tulis kalo gula:garem=2:3; tapi kalo perbandingan antara bawang:lada saya ga tau, biasanya pake perasaan; oh, kalau yang lebih enak itu, kalau bawang putih, lada, garem sedikit di ulek sampe halus, ketimbang harus diiris tipis + lada bubuk.

nah kalo bumbu udah siap, tumis sebentar pake minyak sayur yang juga sedikit. sampe udah wangi, terus masukin air deh. kalau mau supnya gurih, pake lah irisan-irisan daging (bisa ayam, daging sapi, atau ikan; eh, kalau dagingny ikan, perlu bngt pake jahe di bumbunya supaya ga amis). tunggu deh sampe air mendidih. masukin sayur-sayuran sop (irisan wortel, kol, kentang). tungguin deh sampe sayurannya sedikit lebih lembek. abis itu masukin daun-daun sop (seledri & daun bawang). kecilin apinya. rasain rasanya yang pasti anyep (soalnya belom dikasih gula:garem=2:3). nah supaya ga anyep, dikasih deh gula garem dengan perbandingan 3:2. aduk-aduk. cicipin dan rasain apa yang kurang.

sup pun siap disajikan dengan nasi hangat. 😉

the journey

November 2017
S S R K J S M
« Mei    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

my force to reach the peak

wild

w.i.l.d W.I.L.D L.I.A.R ga akan ada yang menyangka seorang diriku berani mengambil jalan menjadi seperti ini. tapi itu hanya sebatas kesenangan dan sisi lain diriku sudah dibilang. aku punya dua sisi. just take my front side lah.